Terbuai Iming-iming, Belasan Warga Sukabumi Terlantar di Kalimantan Utara

0
warga terlantar/mgstv.co.id

Foto : Ist

mgstv.co.id — Sebanyak 15 warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bekerja sebagai penyadap karet di Wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara terlantar. Mereka berangkan dari Kampung halaman melalu seorang calo. Namun tidak sesuai janji ditawarkan bekerja.

Upah dijanjikan oleh Calo sekitar Rp3,9 juta per bulan. Ternyata sampai diperusahan perkebunan karet, upah harian.

Salah satu dari 15 pekerja karet yang terlantar bernama Angga Saputra, warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Saat dihubungi oleh awak media.

Ia menceritakan awal mula dirinya bersama warga lainnya berangkat ke Kalimantan untuk bekerja di perkebunan karet ditawarkan pekerjaan melalui seorang calo gaji pokok sekitar Rp3,9 juta perbulan.

Selain gaji bulanan, juga dijanjikan mendapatkan beras, peralatan dapur hingga tempat tinggal seperti mes.

“Setelah sampai diperusahan yang dituju, ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Ternyata pekerja yang tawarkan adalah pekerja borongan harian. Tahu-tahu gaji pokok itu dari kantor itu cuman ada gaji borongan per hari, “Kata Angga saat dihubungi awak media melalui ponsel, Sabtu (8/8/2026).

Angga menjelaskan kondisi kebun karet yang akan dikerjakan, merupakan semak belukar tidak terawat. Karena tidak sesuai kesepakatan dan tidak tahan kondisi lokasi yang dikerjakan. Ia sesama pekerja, memilih tinggalkan perushan perkebunan tersebut.

“Si calo itu bilangnya perkebunannya enak, semak-semaknya enggak ada. Pas tahu datang ke sini, ternyata semak-semaknya rumputnya tinggi gitu. Tidak sesuai dengan pembicaraan dari rumah gitu. Ternyata kita sudah 1 bulan di sini. Kalau bilang ke manajer mau pulang enggak bakalan diizinin. Kita pulanglah, tidak sepengetahuan manajer, “Jelasnya.

Untuk pulang kembali ke Sukabumi. Ia bersama pekerja lain terkendala biaya, terpaksa mendatangi Dinas Sosial Kota Tarakan, Kalimantan Utara untuk meminta pertolongan dipulangkan.

Baca Juga  Video Viral Perundungan Remaja di Medsos, Mengundang Keperihatinan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto

“Kalau di sini, di Tarakan, ditampung di Dinas Sosial Tarakan sudah 2 hari. Warga Pelabuhanratu dari Sukabumi 10 orang, ditambah sama dari Warungkiara 4, dari Cibadak 1. Jadi totalnya semua 15 orang, “Bebernya.

Angga juga menjelaskan kondisinya selama ditampung, untuk kebutuhan makan sehari-hari dari pihak Dinsos Tarakan terbatas, tidak sanggup menjamin biaya makan.

“Dari dinas sini bilangnya sudah enggak sanggup membiayain makan, cuman ngasih tumpangan tidur aja. Seharusnya kemarin kita itu dari sini keluarnya. Berhubung kitanya ongkosnya belum cukup, paling bisa hari Senin itu sudah keluar dari sini. Kemungkinan kan ada kapal nanti tanggal 11 ke Tanjung Priuk (Jakarta). Dengan total jumlah ongkosnya itu Rp1.100.000 satu orang itu, “Paparnya.

Angga bersama rekan-rekannya berharap bisa pulang kembali berkumpul bersama keluarga.

“Kita mah dari Pemerintahan Kabupaten Sukabumi itu ya kita mah pengin pulang. Ya kalau bisa-bisa disampaikan ke Gubernur Jawa Barat gimana gitu solusinya, “Harapnya. (Iqbal Bakar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *