ATVLI Ungkap Tantangan TV Lokal di Era Digital
MGSTV.CO.ID, JAKARTA — Memasuki usia ke-24 tahun, Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) menyikapi semakin beratnya tantangan yang dihadapi televisi lokal di tengah gempuran platform digital dan tingginya beban regulasi penyiaran.
Persoalan tersebut diangkat pada Kongres ATVLI dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 ATVLI yang berlangsung pada 25-26 Juli 2026.
Kegiatan bertema “Bersatu, Berkolaborasi, Berkarya, Menginspirasi” itu dihadiri perwakilan televisi lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Umum ATVLI yang juga Direktur Utama CTV Banten, Bambang Santoso, mengatakan televisi lokal saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Selain harus bersaing dengan platform digital, televisi lokal juga masih dibebani berbagai kewajiban regulasi yag tidak dimiliki media lain.
“Televisi wajib memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dan memenuhi berbagai kewajiban administrasi serta pengawasan. Sementara media lain dapat beroperasi dengan regulasii yang lebih sederhana. Kondisi ini menciptakan ketimpangan dalam persaingan industri media saat ini,” kata Santoso.
Di tempat yamg sama, Station Manager (SM) MGS TV, Suhendi Permana, menilai Kongres dan HUT ke-24 Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) menjadi momentum penting bagi seluruh televisi lokal untuk memperkuat kolaborasi menghadapi tantangan industri penyiaran yang semakin kompleks di era digital.
Menurut Hendi sapaan akrab Suhendi Permana, televisi lokal memiliki peran strategis sebagai media yang paling dekat dengan masyarakat daerah karena mampu menghadirkan informasi, edukasi, budaya, dan potensi lokal yang tidak selalu mendapat ruang di media nasional.
“Kongres ATVLI ini menjadi wadah yang sangat penting untuk menyatukan visi televisi lokal di seluruh Indonesia. Di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi masyarakat yang semakin digital, televisi lokal harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai media yang dekat dengan masyarakat daerah,” ujar Hendi di sela kegiatan Kongres.
Ia mengapresiasi ATVLI yang selama 24 tahun terus menjadi rumah bersama bagi televisi lokal dalam memperjuangkan kepentingan industri penyiaran daerah.
Hendi juga menegaskan MGS TV berkomitmen untuk terus menghadirkan konten lokal yang informatif, edukatif, dan mengangkat potensi daerah, khususnya Sukabumi dan Bogor juga Jawa Barat sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat identitas serta pembangunan daerah.
“Kami berharap semangat yang dibangun dalam kongres ini dapat memperkuat solidaritas televisi lokal di seluruh Indonesia. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, televisi lokal akan tetap menjadi media yang relevan, dipercaya masyarakat, dan mampu memberikan manfaat bagi daerah,” pungkas Hendi.
Dalam kegiatan tersebut, MGS TV selain SM, turut mengirimkan delegasinya yaitu Sekretaris Direksi Mila Purnama, serta Wakil Pemimpin Redaksi Edwin Suwandana.
Melalui momentum HUT ke-24 ATVLI, para pengelola televisi lokal berharap lahir kebijakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sehingga tercipta persaingan yang lebih adil antara industri penyiaran dan platform digital. (Red)
