Pemerintah Dorong Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik Berbasis Nikel

0
20260804_132049

mgstv.co.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan paket insentif guna mendorong pengembangan industri baterai kendaraan listrik berbasis nikel, khususnya jenis NMC (Nikel-Mangan-Kobalt), sekaligus memberikan dukungan bagi pemanfaatan bahan bakar nabati bioetanol E10.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah nyata memperkuat hilirisasi sumber daya alam dalam negeri serta mempercepat transisi energi bersih dan kemandirian energi nasional.  “Ke depan akan ke sana. (Insentif NMC menjadi) bagian salah satu strateginya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dalam pernyataannya, Bahlil juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sehingga nilai tambah sepenuhnya harus dapat dinikmati di dalam negeri.

Insentif bagi industri baterai NMC ditujukan memperkuat rantai pasok baterai kendaraan listrik yang bahan bakunya berasal dari nikel dalam negeri, menjadikan Indonesia pemain utama di sektor hulu hingga hilir industri kendaraan listrik global.

“Kita tidak boleh hanya mengekspor bahan mentah. Nikel kita harus menjadi baterai, dan baterai itu harus menggerakkan kendaraan buatan dalam negeri. Insentif ini jembatan agar investasi di bidang baterai NMC semakin berkembang dan berdaya saing,” ujar Bahlil.

Selain pengembangan kendaraan listrik, pemerintah juga memberi perhatian pada pengembangan bahan bakar nabati alternatif. Insentif untuk bioetanol E10 disiapkan guna mendorong produksi serta penggunaan bahan bakar campuran etanol 10 persen dan bensin 90 persen, yang dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada impor minyak bumi sekaligus menyerap hasil produk pertanian dalam negeri.

“Bioetanol E10 bukan sekadar soal energi, melainkan juga soal kesejahteraan petani. Insentif ini diharapkan membangun ekosistem produksi dan distribusi E10 yang luas dan terjangkau,” tambahnya.

Baca Juga  Sudaryono Sebut BGN Harus Berdiri di Atas Sistem, Bukan Figur

Rincian bentuk insentif berupa kemudahan perizinan, dukungan fiskal, maupun jaminan pasokan bahan baku sedang disusun bersama kementerian terkait dan diharapkan dapat diberlakukan secara bertahap pada tahun ini. Pemerintah menargetkan pengembangan kedua sektor ini memperkuat ketahanan energi nasional, menekan emisi karbon, serta menciptakan lapangan kerja baru. (LS/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *