Wamenko Hanif Faisol Tinjau Teknologi Tanam Modern Sukabumi

mgstv.co.id, Sukabumi – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq meninjau pembangunan demplot Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAIS) di Kelurahan Situmekar, Kota Sukabumi, Rabu (29/7/2026).
Program tersebut diproyeksikan menjadi model pengembangan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Hanif menjelaskan PMAIS mengusung metode tanam dengan kepadatan tanaman yang lebih tinggi dibanding sistem konvensional. Berdasarkan penjelasan penyuluh pertanian, penggunaan benih pada sistem tersebut dapat mencapai sekitar 80 kilogram per hektare.
“PMAIS ini memiliki kelebihan jumlah pohon yang ditanamnya relatif lebih banyak daripada sistem biasa. Untuk satu hektare bahkan sampai 80 kilogram benih yang ditabur. Ini artinya suatu metodologi yang terus ditingkatkan,” ujar Hanif.
Meski luas wilayah Kota Sukabumi relatif kecil, Hanif menilai pemerintah daerah tetap harus memperhatikan aspek ketahanan pangan. Menurutnya, tingginya produktivitas padi yang telah melampaui rata-rata nasional harus diimbangi dengan perencanaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) secara matang.
“Cadangan Pangan Pemerintah harus dihitung dengan detail, seberapa besar jumlah penduduk, seberapa besar petani menghasilkan padi, sisanya harus disiapkan dalam bentuk Cadangan Pangan Pemerintah. Ini untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan di suatu hari nanti,” katanya.
Ia mengatakan, konsep PMAIS berpotensi menjadi model pertanian yang diterapkan secara lebih luas apabila mampu menunjukkan hasil yang optimal.
“Demplot-demplot ini berdasarkan penjelasan dari BSIP akan terus dikembangkan dan menjadi model utama apabila tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Kita menyambut baik upaya memperkokoh swasembada padi dan beras yang dibangun bersama seluruh jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta didukung para kepala daerah di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Hanif juga menegaskan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya berfokus pada komoditas padi, tetapi juga berbagai komoditas pangan lainnya melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan Kota Sukabumi terus berupaya mendukung program swasembada pangan nasional melalui inovasi di sektor pertanian, meski memiliki luas wilayah hanya sekitar 48 kilometer persegi.
Menurut Bobby, teknologi yang diterapkan dalam PMAIS memungkinkan proses penebaran benih menjadi jauh lebih efisien. Sebanyak 85 kilogram benih per hektare dapat ditebar hanya dalam waktu sekitar setengah hari.
“Kota Sukabumi walaupun luasnya kecil, tapi inovasi kami tidak terbatas. Melalui PMAIS, penebaran benih menggunakan teknologi sehingga satu hektare dengan 85 kilogram benih bisa diselesaikan hanya dalam waktu setengah hari,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai teknologi pendukung juga diterapkan untuk meminimalkan gangguan hama dan burung. Demplot tersebut ditargetkan mulai dipanen pada September 2026 dengan estimasi hasil sekitar 10 ton.
Bobby menyebut produktivitas padi Kota Sukabumi saat ini telah mencapai sekitar 6,7 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,5 ton per hektare.
“Mudah-mudahan harapan Pak Wamen agar stok pangan kita menjadi Cadangan Pangan Pemerintah bisa tercapai. Kami juga berharap sinergi dengan pemerintah pusat terus diperkuat agar semangat berinovasi petani meningkat dan produktivitas terus bertambah sesuai target yang direncanakan,” pungkasnya. (Tim redaksi)
