Pengurus PBVSI Kulon Progo Dilantik, Target Medali Porda 2027
mgstv.co.id, Kulonprogo — Pelantikan Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kulon Progo masa bakti 2026–2030 tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan.
Di balik pelantikan tersebut, muncul tuntutan agar kepengurusan baru mampu membuktikan komitmennya melalui prestasi nyata, terutama menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027 saat Kulon Progo menjadi tuan rumah.
Ketua Umum PBVSI Kulon Progo, Joko Mursito, menegaskan kepengurusan yang dibentuk dengan jumlah personel lebih besar merupakan konsekuensi dari besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan untuk membangun pembinaan bola voli di daerah.
“Hari ini janji diucapkan di atas lantai amanah. Bukan sekadar jabatan yang melekat di dada, melainkan sebuah tanggung jawab yang membentang untuk membawa olahraga ini terbang tinggi melesat maju,” kata Joko Mursito dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus PBVSI Kulon Progo, di GOR Jati Moncer, Sabtu, (11/7/2026) malam.
Menurut Joko, kepengurusan periode 2026–2030 mengusung semangat PBVSI Nyawiji Ngudi Prestasi sebagai upaya menyatukan seluruh elemen bola voli di Kulon Progo. Ia mengajak seluruh pengurus memperkuat pembinaan atlet sejak usia muda hingga membuka peluang atlet daerah tampil di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya mengajak semua merapatkan barisan, melompat bersama menembus batas tantangan, membina talenta muda dari pelosok daerah hingga kancah dunia,” ujarnya.
Ketua KONI Kulon Progo, Hamam Mutaqim, secara terbuka menantang PBVSI agar tidak sekadar menjalankan organisasi, tetapi mampu menghadirkan medali pada Porda DIY 2027.
Ia menyebut status Kulon Progo sebagai tuan rumah menjadi momentum yang tidak boleh disia-siakan.
“Saya yakin bola voli Kabupaten Kulon Progo akan berprestasi. Paling tidak menghadiahkan medali perak atau perunggu. Tetapi saya yakin Joko Mursito tidak akan puas dengan itu, saya percaya targetnya membawa pulang emas,” kata Hamam.
Hamam menilai gairah kompetisi bola voli di Kulon Progo sebenarnya sudah cukup tinggi. Turnamen rutin yang berlangsung hampir setiap malam di tingkat padukuhan, kalurahan hingga kapanewon dinilai menjadi modal penting dalam melahirkan atlet. Kompetisi ini hendaknya ditindaklanjuti dengan pembinaan yang optimal.
“Aktivitas kompetisi harus diikuti sistem pembinaan yang berkelanjutan agar mampu menghasilkan prestasi, bukan sekadar ramai penyelenggaraan turnamen,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Pengurus Daerah PBVSI DIY, Prof. Dr. Suhadi, mengingatkan agar pelantikan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, amanah yang diterima pengurus harus diwujudkan melalui program kerja yang terukur dan selaras dengan kebijakan organisasi di tingkat provinsi maupun pusat.
“Pelantikan ini jangan hanya sekadar upacara seremonial. Ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Suhadi meminta pengurus baru segera menyusun program pembinaan, memperkuat koordinasi internal, membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, KONI, hingga DPRD agar kebutuhan pembinaan atlet memperoleh dukungan yang memadai.
Ia bahkan menilai ukuran keberhasilan PBVSI Kulon Progo tidak cukup hanya diukur dari raihan medali Porda.
“Kami tidak hanya menuntut hasil Porda. Harapannya Kulon Progo mampu menyumbangkan atlet untuk DIY, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional,” katanya. (Wurdam)
