Hadapi Bencana dan Konflik Sosial, Polri Siapkan 5.582 Personel
Hadapi Bencana dan Konflik Sosial, Polri Siapkan 5.582 Personel
MGSTV.CO.ID, GUNUNG PUTRI — Polri menyiapkan 5.582 personel untuk merespons potensi bencana alam dan konflik sosial di berbagai wilayah Indonesia. Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui apel penanganan bencana dan konflik sosial di Satlat Brimob Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (8/9/2026).
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin apel sekaligus mengecek kesiapan personel dan sarana yang akan digunakan dalam menghadapi situasi darurat. Polri memastikan seluruh unsur terkait dapat bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Dalam menghadapi dua jenis kondisi tersebut, Polri menjalankan Operasi Aman Nusa I dan Operasi Aman Nusa II. Operasi Aman Nusa I diarahkan untuk menghadapi konflik sosial, sementara Operasi Aman Nusa II fokus pada penanganan bencana alam.
Kedua operasi itu menjadi bagian dari langkah Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memperkuat kecepatan respons di wilayah yang mengalami keadaan darurat.
Data BNPB menunjukkan sebanyak 1.730 bencana terjadi di Indonesia sejak Januari hingga September 2026. Banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan tercatat sebagai sejumlah bencana yang paling sering terjadi.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan personel akan menjalankan sejumlah tugas ketika bencana terjadi. Polisi akan mencari dan mengevakuasi korban, mengamankan lokasi, mengatur lalu lintas, hingga memastikan jalur evakuasi dapat digunakan dengan aman.
Polri juga menyiapkan fasilitas pendukung untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama penanganan bencana. Fasilitas tersebut meliputi dapur lapangan, rumah sakit lapangan, air bersih, logistik, serta pelayanan kesehatan.
Untuk membantu pemulihan warga, Polri turut menyediakan layanan psikososial dan trauma healing. Pendampingan tersebut terutama menyasar anak-anak dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Polri menargetkan kesiapan personel dan fasilitas tersebut mampu mempercepat penanganan di lapangan. Selain mengurangi dampak bencana dan konflik sosial, langkah ini juga bertujuan memastikan keselamatan serta keamanan masyarakat di wilayah terdampak.
(edi)
