Ayep Zaki Genjot PBB-P2 Sukabumi, Target Penerimaan Naik hingga Rp22 Miliar
Ayep Zaki Genjot PBB-P2 Sukabumi, Target Penerimaan Naik hingga Rp22 Miliar
MGSTV.CO.ID, SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, mendorong optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan memulihkan kepercayaan masyarakat. Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan penerimaan pajak tersebut meningkat dari Rp16 miliar menjadi Rp20 miliar hingga Rp22 miliar.
Ayep menyampaikan arahan itu saat memimpin Rapat Koordinasi Wilayah bersama para camat dan lurah di Oproom Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Senin (12/10/2026).
“Kita harus memulihkan kepercayaan publik dan tidak menyalahkan masyarakat untuk mengoptimalkan penerimaan PBB P2,” kata Ayep.
Lima Kelurahan Catat Pertumbuhan PBB-P2 18 Persen
Dalam rapat tersebut, Ayep mengapresiasi lima kelurahan yang mencatat pertumbuhan penerimaan PBB-P2 sebesar 18 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Kelima kelurahan itu meliputi Gedongpanjang, Jayamekar, Cipanengah, Sudajayahilir, dan Cikondang. Selain itu, Kecamatan Citamiang berhasil melampaui target penerimaan PBB-P2 tingkat kota.
Meski sejumlah wilayah mencatat hasil positif, Ayep meminta camat dan lurah meningkatkan kinerja di wilayah yang belum mencapai target pertumbuhan. Ia menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak serta tunggakan dari aset milik sejumlah lembaga.
Menurut Ayep, alasan tidak tersedianya alokasi anggaran khusus tidak boleh menghambat upaya penyelesaian tunggakan. Pemerintah perlu mengevaluasi persoalan tersebut dan mencari langkah penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemkot Sukabumi Siapkan Penagihan Tegas
Untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, Pemkot Sukabumi berencana memperkuat penagihan terhadap wajib pajak yang bermasalah. Ayep juga mendorong koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mendukung langkah tersebut.
“Terhadap wajib pajak yang bermasalah dan tidak menunjukkan kepatuhan, pemerintah akan melakukan penagihan secara tegas. Jadi nanti kita akan berkolaborasi dengan APH untuk turun ke lapangan,” tegasnya.
Saat ini, penerimaan PBB-P2 tercatat mencapai Rp16 miliar. Ayep menargetkan angka tersebut naik hingga kisaran Rp20 miliar sampai Rp22 miliar. Untuk mendukung upaya itu, pemerintah menyiapkan pendanaan khusus bagi kegiatan operasional di lapangan.
Ayep Zaki Kaitkan Kepercayaan Publik dengan Pembangunan
Selain mengoptimalkan penerimaan pajak, Ayep ingin memulihkan kepercayaan publik melalui percepatan pembangunan infrastruktur. Ia menyebut skema tunda bayar sebagai salah satu pendekatan yang akan digunakan pemerintah kota.
“Kita akan membangun kota dengan skema tunda bayar ini, sejalan dengan apa yang digagas oleh Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi,” jelasnya.
Ayep juga menegaskan bahwa Pemkot Sukabumi harus menata birokrasi berdasarkan profesionalisme. Ia menolak keputusan pergantian jabatan yang didasari kepentingan pribadi atau rasa tidak suka.
“Penataan birokrasi harus tetap berlandaskan profesionalisme dan bukan kepentingan pribadi. Saya tidak akan mengganti posisi jabatan atas kebencian,” ujarnya.
Trotoar Harus Nyaman dan Ramah Warga
Dalam pembahasan pembangunan infrastruktur, Ayep turut memberikan arahan mengenai penataan trotoar. Ia meminta jajaran terkait menyesuaikan elevasi trotoar dengan posisi rumah warga agar tidak terlalu tinggi.
Arahan tersebut bertujuan menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mempermudah akses warga saat keluar masuk rumah.
Melalui optimalisasi PBB-P2, penataan birokrasi, dan percepatan pembangunan, Pemkot Sukabumi berharap dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
(USMAN AFRIANSYAH )
