Hari Kedua, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Remaja di Citepus
Hari Kedua, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Remaja di Citepus
Mgstv.co.id, PALABUHANRATU – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian Doa Khairul Ikhsan (17) yang terseret ombak di Pantai Istiqomah, Kelurahan Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Memasuki hari kedua, Minggu (4/10/2026), tim memperluas area pencarian setelah korban belum ditemukan sejak terseret arus pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Pencarian Dibagi Menjadi Empat SRU
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan tim membagi kekuatan menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas pencarian.
Tim melakukan penyisiran melalui jalur laut, darat, dan udara.
“SRU 1 menyisir perairan menggunakan Speed Boat Polair sejauh 4 Nautical Mile (NM). SRU 2 melakukan penyisiran darat sejauh 2 kilometer ke arah barat dan 2 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian,” jelas Suryo.
Menurut Suryo, SRU 3 menggunakan perahu LCR untuk menyisir perairan sejauh 4 NM. Sementara SRU 4 melakukan pemantauan udara menggunakan drone hingga radius 200 meter.
Tim SAR Gabungan Terlibat dalam Pencarian
Pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan. Mereka terdiri dari Pos SAR Sukabumi, Sat Polairud Polres Sukabumi, Balawista, TNI Pos AL Palabuhanratu, RAPI Palabuhanratu, HNSI Palabuhanratu, Wanadri, Saka SAR, Sehati Gerak Bersama, SAR Khatulistiwa, serta keluarga korban.
Seluruh unsur tersebut membantu memperluas pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.
Cuaca Buruk Hambat Pencarian
Tim SAR menghadapi kendala cuaca buruk saat melakukan pencarian pada Minggu.
Suryo mengatakan angin laut mencapai sekitar 13 knot. Sementara tinggi gelombang mencapai 2 hingga 2,5 meter dan hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel. Pencarian akan kami lanjutkan kembali setelah evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya,” ujar Suryo.
Pencarian Dihentikan Sementara
Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan membuat Tim SAR Gabungan menghentikan sementara operasi pencarian pada Minggu petang.
Keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan seluruh personel yang berada di lapangan.
Tim SAR Gabungan memastikan pencarian korban akan kembali dilanjutkan pada Senin (5/10/2026) pagi.
(Usman Afriansyah)
