El Nino Bertahan Hingga 2027, Masyarakat Diimbau Hemat Air dan Waspada Karhutla
Foto : Ilustrasi Dampak El Nino

mgstv.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan signifikan jumlah titik panas di berbagai wilayah Indonesia seiring menguatnya musim kemarau. Fenomena iklim El Nino yang memicu curah hujan rendah diprediksi masih akan bertahan hingga tahun 2027, sehingga seluruh elemen masyarakat diminta bersiap menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Berdasarkan data pemantauan hingga akhir Juli 2026, tercatat lebih dari 1.200 titik panas tersebar, terbanyak di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian Jawa termasuk wilayah pegunungan Sukabumi dan Bogor. Sebagian besar titik tersebut berpotensi berkembang menjadi kebakaran jika tidak segera ditangani mengingat kondisi tanah yang semakin kering.
Kepala BMKG menyampaikan, intensitas kemarau tahun ini tergolong lebih kering dibandingkan rata-rata tahunan. “Pola El Nino saat ini berada pada fase moderat namun berlangsung lebih lama, diprediksi baru akan mereda secara bertahap pada pertengahan 2027. Artinya, tantangan kekeringan dan potensi karhutla masih akan kita hadapi dalam jangka waktu cukup panjang,” ujarnya.
Pemerintah melalui BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengeluarkan sejumlah imbauan penting, diantaranya untuk menghemat penggunaan air bersih, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, larangan membakar sampah atau sisa lahan, terutama di area bervegetasi kering dan laporkan segera jika terlihat asap atau titik api kepada pihak berwenang, serta siapkan cadangan air bagi warga yang tinggal di daerah rawan kekeringan
Sektor pertanian pun diminta beradaptasi dengan menanam komoditas tahan kemarau dan mengatur irigasi secara efisien agar tidak gagal panen. Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan distribusi bantuan air bersih bagi wilayah yang sudah mulai mengalami kesulitan pasokan. (LS/Tim)
