Jalan Inspeksi Kalibawang Rusak Parah, Warga Minta Diperbaiki
mgstv.co.id, Kulonprogo – Kondisi jalan inspeksi saluran irigasi Kali Bawang di wilayah Sentolo Lor, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah setempat. Jalan yang semula berfungsi sebagai akses inspeksi saluran irigasi itu kini berkembang menjadi jalur alternatif penting bagi warga, namun mengalami kerusakan cukup parah dalam beberapa tahun terakhir.
Lurah Sentolo, Teguh, menyampaikan aspirasi tersebut kepada DPRD DIY Komisi C, Dinas Pekerjaan Umum, serta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) agar dilakukan perbaikan maupun peningkatan kualitas jalan.
“Kami menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan dan dinas terkait karena jalan inspeksi saluran irigasi Kali Bawang ini sangat dibutuhkan masyarakat. Setelah palang pintu dekat Pasar Sentolo ditutup, jalan ini praktis dimanfaatkan masyarakat sebagai akses utama,” kata Teguh.
Menurutnya, jalan tersebut banyak digunakan warga yang hendak menuju Rumah Sakit Nyai Ageng Serang, pelajar yang bersekolah di SMA Negeri 1 Sentolo, hingga masyarakat dari wilayah Pengasih dan Kaliagung yang menuju Yogyakarta maupun Nanggulan.
“Ini sangat padat sekali. Namun di sisi selatan terjadi kerusakan sehingga kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui DPRD, khususnya Komisi C, untuk memfasilitasi pembenahan jalan agar dapat dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman dan lancar,” ujarnya.
Teguh menjelaskan, perbaikan jalan pernah dilakukan melalui APBD Kabupaten Kulon Progo dengan dukungan TNI beberapa tahun lalu. Namun tingginya intensitas penggunaan kendaraan roda dua serta kondisi tanah yang labil menyebabkan kerusakan kembali terjadi.
“Kurang lebih lima tahun terakhir kondisinya sudah mengalami kerusakan. Karena itu perlu suntikan anggaran dari DIY melalui BBWSSO,” tambahnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Staf Teknik BBWSSO, Setyawan Hendri mengatakan usulan peningkatan jalan inspeksi Kali Bawang telah dicatat dan sedang diupayakan masuk dalam skema anggaran multi years contract (MYC).
“Untuk tahun 2026 ini belum ada dana yang masuk di Kali Bawang. Saat ini kami masih dalam proses pengusulan anggaran MYC untuk tahun 2027,” kata Hendri.
Ia menegaskan BBWSSO belum dapat memastikan waktu pelaksanaan pembangunan karena masih bergantung pada persetujuan anggaran pemerintah pusat.
“Kami tidak akan menjanjikan kapan pelaksanaannya, tetapi usulan ini sudah kami tampung dan sudah kami masukkan dalam penganggaran MYC. Tahun berapa munculnya belum bisa dipastikan, bisa 2027 atau 2028,” ujarnya. Menurut Hendri, kondisi fiskal nasional saat ini turut memengaruhi percepatan pelaksanaan sejumlah program infrastruktur.
“Kami mohon doa dari masyarakat agar usulan MYC ini bisa terealisasi sehingga kebutuhan akses masyarakat di Sentolo dapat segera terpenuhi,” katanya.
Dalam forum dialog tersebut, anggota DPRD DIY Komisi C, Lilik Syaiful Ahmad menyatakan kunjungan dilakukan sebagai tindak lanjut atas surat permohonan dari Kalurahan Sentolo terkait kerusakan jalan inspeksi Kali Bawang yang kini memiliki fungsi strategis bagi mobilitas masyarakat.
“Kami berharap perbaikan jalan dapat segera direalisasikan karena keberadaannya tidak lagi sekadar sebagai jalur inspeksi irigasi, melainkan telah menjadi sarana transportasi penting bagi warga, pelajar, serta pengguna layanan kesehatan di kawasan Sentolo dan sekitarnya,” katanya. (Wurdam)
