mgstv.co.id, Sukabumi – Ende Nur Jaya (37), sosok pria yang tewas ditemukan kondisi berlumuran darah di kawasan Jalan Cemerlang, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Rabu (24/6/2026) dini hari. Tim Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi mengungkap hasil autopsi terhadap jasad Ende Nur Jaya (47), alami sejumlah luka sayatan benda tajam pada kepala dan wajah.
Korban yang diketahui bekerja sebagai petugas jaga malam di sebuah proyek pembangunan gudang itu diduga menjadi korban tindak kekerasan.
Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr. Nurul Aida Fathiya, menyatakan, dari hasil otopsi menunjukkan adanya luka akibat kekerasan tajam dibagian kepala hingga merusak jaringan otak, serta luka akibat kekerasan tumpul pada bagian leher. Pihaknya menerima jenazah korban sekitar pukul 07.00 WIB sebelum dilakukan pemeriksaan luar dan autopsi atas permintaan penyidik. Dari pemeriksaan luar ditemukan beberapa luka yang berdasarkan pola dan gambarannya merujuk pada kekerasan tajam.
“Kemudian kami lakukan pemeriksaan dalam dan ditemukan bahwa kekerasan tajam tersebut merusak bagian kepala hingga jaringan otak, “Kata Nurul Aida Fathiya, kepada awak media.
Menurut Nurul, luka dialami korban akibat benda tajam menyebabkan perdarahan hebat dan kerusakan serius pada otak korban.
“Selain itu, tim forensik juga menemukan adanya tanda-tanda kekerasan tumpul pada bagian leher. Dari pemeriksaan dalam juga ditemukan bukan hanya kekerasan tajam, tetapi ada kekerasan tumpul di daerah leher yang menyebabkan banyak perlukaan pada bagian dalam leher, “Tuturnya.
Nurul menjelaskan, ditemukan banyak luka terbuka cukup banyak pada tubuh korban terutama di bagian kepala dan wajah.
“Luka yang paling panjang kurang lebih sekitar 12 sentimeter. Lokasinya dibagiaj kepala dan wajah. Memang lukanya cukup banyak, “Jelasnya.
Berdasarkan hasil autopsi, Nurul menjelaskan penyebab kematian korban, diduga akibat luka kekerasan tajam yang mengenai bagian kepala hingga menyebabkan kerusakan fatal pada otak.
“Yang signifikan menyebabkan kematian adalah kekerasan tajam di daerah kepala, “Jelas Nurul.
Temerkait waktu kematian korban, Nurul memaparkan, tim forensik memperkirakan korban meninggal sekitar 8 hingga 12 jam sebelum pemeriksaan luar dilakukan pada pukul 10:00 WIB.
“Namun cukup sulit dipastikan karena perdarahannya sangat banyak sehingga memengaruhi pembentukan lebam mayat, “Paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Warudoyong AKP Maulana Arief menambahkan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekira pukul 04.50 WIB. Pelapor merupakan warga yang melintas dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak di tengah jalan. Setelah menerima laporan, Kanit Reskrim dan anggota langsung menuju lokasi sambil berkoordinasi dengan Tim Inafis,
“Kasat Reskrim, dan Buser. Saat tiba di TKP, korban ditemukan dalam posisi telungkup di tengah jalan dan di sekitar tubuhnya terdapat bercak darah. Dugaan awal korban sudah meninggal dunia, “Ujarnya.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Maulana Arief menyebutkan, polisi menemukan sebuah telepon genggam yang diduga milik korban di sekitar lokasi kejadian.
“Namun hingga kini motif maupun pelaku masih dalam proses penyelidikan. Dugaannya masih dalam proses penyelidikan. Yang jelas di TKP ditemukan luka terbuka (pada korban) yang mengeluarkan darah, “Kkatanya.
Maulana menambahkan, setelah TKP oleh Tim Inafis Polres Sukabumi Kota, area lokasi dipasang garis polisi dan jenazah korban dievakuasi ke RSUD R Syamsudin SH untuk menjalani autopsi.
Menurut keterangan saksi, korban bekerja sebagai petugas jaga malam di proyek pembangunan gudang yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan jasad, “Ucapnya.
“Hingga saat ini, Tim Buser dari Polres Sukabumi Kota bersama Polda Jabar masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban. Polisi juga tengah menelusuri hilangnya sepeda motor milik korban yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Tim Buser Polres maupun Polda saat ini sedang bergerak melakukan penyelidikan, “Pungkasnya. (Iqbal Bakar).