Rekonstruksi Jalan Prana Rampung, Wali Kota Tekankan Komitmen Infrastruktur Berkualitas
mgstv.co.id, SUKABUMI – Pembangunan infrastruktur harus mengedepankan kualitas dan hasil pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki saat meresmikan rekonstruksi Jalan Prana, Kota Sukabumi, pada Sabtu (22/8/2026).
“Pembangunan Jalan Prana secara umum telah selesai 100 persen dan hanya menyisakan sedikit pekerjaan berupa peninggian pada bagian tertentu,” ungkap Ayep Zaki.
Peresmian tersebut dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi beserta jajaran. Peresmian ditandai dengan pembukaan penghalang jalan sebagai simbol bahwa akses tersebut telah selesai dikerjakan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Konstruksi Beton Mutu K-250
Ayep menjelaskan, Jalan Prana dibangun menggunakan konstruksi beton dengan mutu K-250 yang diperuntukkan bagi jalan kota. Untuk menjaga kualitas, Pemkot akan membatasi kendaraan berat melintas dengan pemasangan portal.
“Alhamdulillah, hasil pembangunan Jalan Prana sudah selesai dan sangat baik. Pekerjaan ini bahkan selesai lebih cepat dari masa kontrak. Setiap pekerjaan infrastruktur harus dikerjakan secara optimal, siapa pun pemenang tendernya,” tegas Ayep.
Pemerintah Kota Sukabumi juga memastikan proses pemeriksaan pekerjaan akan berjalan sesuai ketentuan, sehingga tidak menimbulkan temuan dan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Pemkot Rencanakan Penanganan 16 Titik Jalan Secara Bertahap
Terkait pembangunan selanjutnya, Wali Kota mengungkapkan Pemkot Sukabumi telah merencanakan penanganan sekitar 16 titik jalan kota secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Pekerjaan akan diupayakan dilaksanakan secara tuntas hingga selesai, bukan dipotong-potong berdasarkan nilai kontrak kecil, agar hasilnya dapat segera dinikmati masyarakat.
Untuk ruas jalan lain yang mengalami kerusakan, seperti Jalan Merbabu yang merupakan kewenangan provinsi, Pemkot Sukabumi telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan berharap segera mendapatkan intervensi penanganan.
Ayep juga menegaskan, Pemkot akan kembali mempercepat pembangunan infrastruktur pada tahun 2027 setelah dukungan anggaran tersedia.
(Isman Safa)
