Grunge Indonesia Bersatu, Komunitas Lintas Daerah Siap Berkumpul di Bogor
MGSTV.CO.ID, BOGOR — Komunitas grunge dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul dalam ajang Grunge Indonesia Bersatu: Suara Seattle XX Vol.1 yang digelar di Kereta Malam Station Cafe, Parung, Kabupaten Bogor, pada 11 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 24.00 WIB itu bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan menjadi momentum mempererat persahabatan dan solidaritas antar pelaku skena grunge yang selama ini tumbuh di berbagai daerah.
Mengusung semangat “Satu Scene, Satu Rasa, Satu Indonesia”, acara tersebut diharapkan menjadi ruang temu bagi komunitas grunge lintas generasi tanpa membedakan asal daerah maupun kelompok.
Para peserta akan berkumpul untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan, sekaligus memperkuat eksistensi skena grunge independen di Indonesia.
Penggagas acara, Sonny Nonstop Vitamine, mengatakan kegiatan ini lahir dari keinginan menyatukan komunitas yang selama bertahun-tahun berkembang secara organik di berbagai kota.
“Ini bukan hanya soal musik. Yang ingin dibangun adalah persaudaraan dan kebersamaan antar sesama pelaku scene grunge di Indonesia,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Sonny, semangat grunge yang berakar dari kultur bawah tanah masih memiliki tempat di tengah perkembangan industri musik saat ini. Karena itu, diperlukan ruang bersama untuk menjaga semangat kolektif tersebut agar tetap hidup.
Sejumlah komunitas dari berbagai daerah dijadwalkan turut mendukung kegiatan ini, di antaranya Militan, Chung Puncak Society, Tangerang Is Dead, Bekasi Poster, Jakarta Grunge, CGG, BSG, hingga sejumlah komunitas independen lainnya.
Bagi para penggemar grunge, distorsi gitar dan suara khas yang terinspirasi dari skena Seattle bukan hanya identitas musikal, tetapi juga simbol kebebasan berekspresi dan solidaritas.
Semangat itu yang ingin terus dirawat melalui pertemuan komunitas seperti Grunge Indonesia Bersatu.
Panitia berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antar komunitas grunge di berbagai daerah, sekaligus memperkuat jaringan yang selama ini terjalin di akar rumput.
Dengan mengusung slogan “Grunge Tak Akan Pernah Mati”, para pelaku skena berharap semangat persaudaraan, kreativitas, dan independensi yang menjadi ruh grunge dapat terus bertahan di tengah perubahan zaman. ***
Editor : Edwin S
