Diduga Korsleting Listrik, 7 Rumah Terbakar di Kadudampit Sukabumi, Kerugian Capai Ratusan Juta
Diduga Korsleting Listrik, 7 Rumah Terbakar di Kadudampit Sukabumi, Kerugian Capai Ratusan Juta
MGSTV.CO.ID SUKABUMI – Kebakaran hebat melanda tujuh rumah di Kampung Cimahi Girang, RT 22/RW 06, Desa Cimahi Girang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Rabu (2/9/2026) malam. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Api pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Sopian yang saat itu sedang berada di depan rumahnya. Ia melihat percikan api muncul dari bagian atap rumah milik Ending, kemudian langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke sejumlah rumah yang berada di sekitarnya. Warga berupaya melakukan pemadaman secara manual sambil menunggu petugas datang ke lokasi.
Kapolsek Kadudampit, Ipda Suhendar, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari atap salah satu rumah warga sebelum akhirnya menyebar ke bangunan lain.
“Betul telah terjadi peristiwa kebakaran rumah. Menurut keterangan saksi, api pertama kali diketahui oleh saudara Sopian saat berada di depan rumahnya. Berkat upaya warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 24.00 WIB,” ujar Ipda Suhendar.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi. Setelah berjibaku bersama warga selama kurang lebih satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar tengah malam.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, lima rumah dan dua unit sepeda motor hangus terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan akibat terdampak kobaran api. Para korban untuk sementara dievakuasi dan mengungsi ke rumah kerabat serta saudara terdekat.
(M. Ujang Heryaman )
