Diduga Terpeleset dan Terjatuh ke Sungai Cicatih, Bocah 5 Tahun di Ciambar Sukabumi Hilang
mgstv.co.id, Sukabumi — Bocah laki-laki berusia 5 tahun bernama Fadlan Al-Farizi dilaporkan hilang secara misterius di Kampung Babakan Gobang RT 01 RW 05, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (3/7/2026) siang. Korban diduga kuat terpeleset dan hanyut ke dalam aliran Sungai Cicatih saat sedang bermain sendirian.
Kronologi kejadian dan temuan sandal, ibu korban, Irma Wati, menceritakan bahwa sebelum hilang, Fadlan sempat diminta pulang oleh ayahnya sekitar pukul 11.30 WIB namun menolak karena masih ingin bermain.
Korban kemudian bergeser bermain ke area sekitar masjid bersama teman-temannya. Kecurigaan muncul saat teman-teman korban kembali tanpa Fadlan, dan hanya membawakan sepasang sandalnya yang tertinggal.
“Bu, ini sandal si Dede. Dedenya enggak ada tapi sandalnya masih ada di masjid, di bawah,” tutur Irma menirukan ucapan teman anaknya dengan penuh tangis.
Melihat hal itu, Irma langsung panik dan menyisir area sekitar air bersama suaminya. “Langsung saya lari ke bawah dipanggil-panggil enggak ada. Kalaupun loncat pasti di situ ada yang nyangkut,” ungkap Irma.
Kepala Desa Cibunarjaya, Acep Awaludin, menyatakan bahwa pihak Pemdes menerima laporan resmi dari ketua RT setempat pada pukul 15.00 WIB.
Warga sekitar pun langsung melakukan pencarian mandiri sebelum melaporkannya ke tim evakuasi.
“Masyarakat sudah mencari ke mana-mana, Fadlan ini tidak ada. Mereka semua mengidentifikasi kemungkinan besar praduga bahwa Fadlan terpeleset ke sungai,” kata Acep Awaludin.
Acep menambahkan, dugaan hanyut menguat karena korban tidak memiliki kerabat di luar desa tersebut.
“Kami sudah konfirmasi ke keluarganya, dikhawatirkan dibawa ke keluarga yang di luar. Ternyata tidak ada,” jelasnya.
Pencarian Tim Gabungan Lintas kecamatan. Secara geografis, Sungai Cicatih di titik TKP merupakan batas wilayah antara Kecamatan Ciambar dan Kecamatan Parungkuda.
Oleh karena itu, koordinasi penyelamatan dilakukan secara gabungan melibatkan BPBD dari kedua kecamatan, Damkar, TNI, Polri, dan Satpol PP.
Ketua RT 05 RW 01 Kampung Muara (Kecamatan Parungkuda), Suherman mengonfirmasi bahwa warga dari kedua seberang sungai langsung bergerak bersama begitu mendapat informasi selepas salat Jumat.
“Warga dari dua pihak, dari Kampung Muara sama Kampung Babakan Gobang, sudah mencari ke mana-mana,” ujar Suherman di lokasi kejadian.
Suherman mengapresiasi kecepatan respons dari tim evakuasi gabungan yang langsung datang ke lokasi tak lama setelah mendapat laporan warga.
“Petugas secepatnya enggak lama, dari Damkar, dari kepolisian udah pada datang, cuma belum ditemukan juga,” pungkasnya.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan penyusuran air menggunakan perahu karet dan ban penyelamat.
Sebagai langkah antisipasi kedepan, Pemerintah Desa Cibunarjaya berencana segera membangun pagar pengaman di sepanjang pinggiran sungai tersebut karena kondisinya yang terbuka tanpa pembatas. (Isman)
