Viral Dugaan Bullying Siswi SMP di Cibungbulang, Musyawarah Kedua Belum Sepakat
Viral Dugaan Bullying Siswi SMP di Cibungbulang, Musyawarah Kedua Belum Sepakat
Mgstv.co.id, CIBUNGBULANG BOGOR — Video yang diduga memperlihatkan aksi perundungan antarsiswa SMP PGRI Cibungbulang, Kabupaten Bogor, viral di media sosial. Pihak sekolah bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cibungbulang kemudian kembali mempertemukan pihak-pihak terkait untuk membahas kejadian tersebut.
Musyawarah kedua berlangsung pada Minggu siang. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan karena keluarga pihak yang diduga menjadi korban tidak dapat menghadiri musyawarah dengan alasan kondisi kesehatan.
Sebelumnya, pihak sekolah telah melakukan penanganan internal pada hari pertama setelah kejadian. Sekolah kemudian menggelar musyawarah lanjutan dengan melibatkan unsur TNI dan Polri serta pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, sekolah memanggil siswa yang diduga melakukan tindakan tersebut, siswa yang diduga menjadi korban, sejumlah saksi, serta orang tua masing-masing pihak.
Karena keluarga pihak yang diduga menjadi korban tidak hadir, pihak sekolah menghentikan sementara proses musyawarah. Sekolah berencana menjadwalkan kembali pertemuan dengan menghadirkan seluruh pihak terkait.
Kepala SMP PGRI Cibungbulang, Fitri Kartikasari, mengatakan pihak sekolah akan kembali memanggil pihak yang diduga menjadi korban, pihak yang diduga melakukan tindakan, serta para saksi untuk memperoleh informasi dari masing-masing pihak.
Sekolah juga masih mendalami konteks kejadian, termasuk informasi yang beredar melalui video di media sosial. Pendalaman dilakukan untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang terlibat.
Berdasarkan informasi awal yang diterima sekolah, kejadian tersebut diduga melibatkan dua siswa. Karena itu, sekolah menyatakan masih perlu melakukan pendalaman sebelum menyimpulkan bentuk maupun konteks peristiwa tersebut.
Pihak sekolah menegaskan proses penanganan masih berjalan dan akan dilakukan dengan menggali keterangan dari seluruh pihak terkait.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial menjadi perhatian masyarakat. Pihak sekolah mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses penanganan kepada pihak terkait.
(MANDE)
